Hola,
Sebelumnya gak ada ide muncul ke kepalaku mengenai hal ini. Hanya saja baru saja saat makan durian bareng sama bapak dan mama ditengah malam begini membuat muncul pikiran yang meleset sedikit. Saat itu sedang membicarakan mengenai pekerjaan kakakku yang sekarang membuka warkop (warung kopi).
Pikiran melesetnya, aku baru sadar bahwa ternyata sekarang ini familiar sekali tempat tongkrongan anak muda (terutama dikotaku, Medan) di warkop. Yang terlintas dipikiranku, oh ternyata anak muda sekarang juga sudah mulai demen a.k.a suka minum kopi, itu kesimpulan yang aku ambil. Tapi saat seorang teman menyadarkan bahwa anak nogkrong bukan untuk minum kopi disana.
Hey, faktanya di warkop itu menu utamanya BUKAN kopi.
?_?
Hey, faktanya di warkop itu menu utamanya BUKAN kopi.
?_?
Namanya saja yang warung kopi, namun sebenarnya menu utamanya adalah TST (Teh Susu Telur) dan berbagai minuman/ jus. Huh??
Ada beberapa tempat lain yang sebenarnya nama dan fungsinya tidak sesuai dengan nama tempat itu sendiri. Sebagai contoh;
-Kost
Ø Biasanya kost atau rumah sewa yang lebih sering dihuni atau dicari oleh para perantau, pelajar atau mahasiswa yang jauh dari orang tua. Besar dan tempat tergantung dari penyewa atau pemilik yang biasanya sudah dirancang berbentuk kamar untuk beberapa atau seorang saja. Tapi dari beberapa kost-an yang aku perhatikan dan beberapa dari perjalanan pengalamanku merantau, tempat kost bukan lagi sebagai tempat untuk rumah sewa tinggal melainkan tempat untuk melakukan berbagai hal buruk seperti mesum, yang pada sebagian pemilik membiarkan hal tersebut karena juga dapat menguntungkan mereka.
-Hotel
Ø Sama halnya dengan tempat kost, hotel pun adalah tempat untuk tinggal (sementara). Tetapi aku ingat dengan benar berita di televisi bagaimana jaringan polisi menangkap para pekerja seks komersial (PSK) di sebuah hotel yang bukan hanya sekali itu lagi menangkap hal begitu disana sedang bekerja. (aku tidak mengerti apakah seks adalah juga merupakan sebuah pekerjaan sekarang.)
Sewaktu perjalananku merantau pun dulu dikota mega politan aku tahu salah satu hotel yang memperbolehkan para tamu membawa para PSK-nya.
-Pijat/Reflexiolgy
Ø Salah satu tempat yang dikunjungi ramai oleh para pekerja kantoran, bussiness man/woman, eksekutif-eksekutif muda, dan para pekerja yang menguras tenaga seharian ini bukan lagi tempat yang dapat secara positif dianggap sebagai tempat untuk merefleksikan tubuh atau memijat tubuh yang lelah. Di berita (lagi), kira-kira sebelum sea games 2011 ini digelar, para antek-antek pemerintahan, polisi kota berlangsungnya Sea Games, melakukan razia dan memboyong sekumpulan orang dari suatu tempat pijat ke kantor polisi. Tahu dong kenapa mereka ditangkap? (Tentu saja orang tidak bersalah tidak akan ditindak lanjuti ke kantor polisi).
Eiitss, tapi perlu dicatat bahwa tidak semua tempat tsb diatas begitu ya!! :D
Aku jadi ingat pelajaran agama Jumat lalu, mengenai keadilan Tuhan mengenai rezeki. Sebenarnya agak jauh topiknya berbeda, mungkin ada sedikit mengena kesana.
“Banyak rezeki yang digunakan tidak pada tempatnya.”
Entah bagaimana bisa lari pembicaraan warkop ke rezeki. Ha-ha-haa!
Mungkin suatu hal tertentu harus diberlakukan pada tempatnya.
Mungkin suatu hal tertentu harus diberlakukan pada tempatnya.
Contoh paling nyatanya, manusia berenang di air; jelas bukan di udara.
Memangnya mau, hewan saja yang tinggal dikota dan manusia dihutan. :P
Heyyy hoo, Tapi yang jelas ini sudah jam 1.45 dini hari, mungkin saja fungsi otakku tidak berjalan dengan baik akibat kurangnya oksigen di otak. He-he..
Time to sleep!
Peace!
Hope to see good things and of course in d right time in my dreams. Heheehehe
zzzZZZzzzz..
No comments:
Post a Comment
FEEL FREE TO RESPOND TO THIS POST.