Saturday, December 31, 2011

Conversations with God before Sleeping

Hola,

I was trying hard to sleep tonight but I couldn't make it.It's 3 am now..
I closed my eyes and something came to mind about my friend, God.
"You talk to him rarely now, or it woud be good if we say, no more time for Him."

Damn, right!

Kedua mataku langsung membelalak memandang mengambang awang-awang khayalan..entah bagaimana, mungkin seperti pandangan kosong dengan kepala memikirkan-Nya dan hati berbicara.

"Hello, God! Do You miss me?

Me? I don't.
Sorry, I don't think about You this lately. When I was here going back from Jakarta last month.
I don't know why I cover my days by talking to You once, and now things changed. Something wrong with my habitual now or because I'm a damn-dumb girl now?!

Aku gak tau Tuhan, belakangan aku memang berubah, aku merasakannya. Perubahannya buruk, gak baik, maaf mengecewakan-Mu. Belakangan sepertinya aku tidak merasakan dekat dengan-Mu lagi, entah aku  yang sedang tidak mengingat atau Kau yang menjauhiku..?!

Keluarga, kuliah, teman, dan hari-hari, semua kelihatan messed-up  sejak kita berjarak. gak kayak dulu lagi. It's getting worse now.
So You may ask, "Do you come to me for asking my help now to make up your days?"
NO, I don't.
Really! I'm not asking or wishing you will take care or watch me from the mess. I honestly want to apologize, about my mistake of being a dumb, a heartless, a bad listener, a waster time, and I've been being a loser and so much stupidity.

See, You still there to hear me, wait for me, and You never forget me. I know it because I feel it. Feeling mustn't be wrong, must it?

Aku lelah. Baiklah, ku rasa cukup, aku hanya ingin kita seperti dulu, berbicara lebih banyak dan tidak merubah sedikit pun caraku berteman dengan-Mu. We were good friends!
Aku ingin begitu dan selamanya begitu. Titik. Ya, Titik.

Bisa kah Kau datang dan bicara padaku dalam tidurku? Mungkin aku akan merindukan-Mu. He he
Dan maafkan aku ya?

..........................."


Sedikit percakapan dengan temanku, sebenarnya mengingat-Nya karena aku sedang takut. Kalau gak ada suara kucing yang serem banget mengeong diluar, mungkin aku tidak ingat pada-Nya.

Benar-benar teman yang kurang baik, aku ini..

:(
Gotta change that bad behavior.

-Me

Monday, December 12, 2011

Things with the function

Hola,


Sebelumnya gak ada ide muncul  ke kepalaku mengenai hal ini. Hanya saja baru saja saat makan durian bareng sama bapak dan mama ditengah malam begini membuat muncul pikiran yang meleset sedikit. Saat itu sedang membicarakan mengenai pekerjaan kakakku yang sekarang membuka warkop (warung kopi).
Pikiran melesetnya, aku baru sadar bahwa ternyata sekarang ini familiar sekali tempat tongkrongan anak muda (terutama dikotaku, Medan) di warkop. Yang terlintas dipikiranku, oh ternyata anak muda sekarang juga sudah mulai demen a.k.a suka minum kopi, itu kesimpulan yang aku ambil. Tapi saat seorang teman menyadarkan bahwa anak nogkrong bukan untuk minum kopi disana.

Hey, faktanya di warkop itu menu utamanya BUKAN kopi.
?_?
Namanya saja yang warung kopi, namun sebenarnya menu utamanya adalah TST (Teh Susu Telur) dan berbagai minuman/ jus. Huh??

Ada beberapa tempat lain yang sebenarnya nama dan fungsinya tidak sesuai dengan nama tempat itu sendiri. Sebagai contoh;
-Kost
Ø  Biasanya kost atau rumah sewa yang lebih sering dihuni atau dicari oleh para perantau, pelajar atau mahasiswa yang jauh dari orang tua. Besar dan tempat tergantung dari penyewa atau pemilik yang biasanya sudah dirancang berbentuk kamar untuk beberapa atau seorang saja. Tapi dari beberapa kost-an yang aku perhatikan dan beberapa dari perjalanan pengalamanku merantau, tempat kost bukan lagi sebagai tempat untuk rumah sewa tinggal melainkan tempat untuk melakukan berbagai hal buruk seperti mesum, yang pada sebagian pemilik membiarkan hal tersebut karena juga dapat menguntungkan mereka.
-Hotel
Ø  Sama halnya dengan tempat kost, hotel pun adalah tempat untuk tinggal (sementara). Tetapi aku ingat dengan benar berita di televisi bagaimana jaringan polisi menangkap para pekerja seks komersial (PSK) di sebuah hotel yang bukan hanya sekali itu lagi menangkap hal begitu disana sedang bekerja. (aku tidak mengerti apakah seks adalah juga merupakan sebuah pekerjaan sekarang.)
Sewaktu perjalananku merantau pun dulu dikota mega politan aku tahu salah satu hotel yang memperbolehkan para tamu membawa para PSK-nya.

-Pijat/Reflexiolgy
Ø  Salah satu tempat yang dikunjungi ramai oleh para pekerja kantoran, bussiness man/woman, eksekutif-eksekutif muda, dan para pekerja yang menguras tenaga seharian ini bukan lagi tempat yang dapat secara positif dianggap sebagai tempat untuk merefleksikan tubuh atau memijat tubuh yang lelah. Di berita (lagi), kira-kira sebelum sea games 2011 ini digelar, para antek-antek pemerintahan, polisi kota berlangsungnya Sea Games,  melakukan razia dan memboyong sekumpulan orang dari suatu tempat pijat ke kantor polisi. Tahu dong kenapa mereka ditangkap? (Tentu saja orang tidak bersalah tidak akan ditindak lanjuti ke kantor polisi).
 Eiitss, tapi perlu dicatat bahwa tidak semua tempat tsb diatas begitu ya!! :D

Aku jadi ingat pelajaran agama Jumat lalu, mengenai keadilan Tuhan mengenai rezeki. Sebenarnya agak jauh topiknya berbeda, mungkin ada sedikit mengena kesana.
Banyak rezeki yang digunakan tidak pada tempatnya.”
Entah bagaimana bisa lari pembicaraan warkop ke rezeki. Ha-ha-haa!

Mungkin suatu hal tertentu harus diberlakukan pada tempatnya.
Contoh paling nyatanya, manusia berenang di air; jelas bukan di udara.
Memangnya mau, hewan saja yang tinggal dikota dan manusia dihutan. :P
Heyyy hoo, Tapi yang jelas ini sudah jam 1.45 dini hari, mungkin saja fungsi otakku tidak berjalan dengan baik akibat kurangnya oksigen di otak. He-he..
Time to sleep!
Peace!
Hope to see good things and of course in d right time in my dreams. Heheehehe

zzzZZZzzzz..

Tuesday, December 6, 2011

Awkward and Embarassing Moment

Hoaaaa..,

Ini adalah hal-hal yang kecil tapi sangat memalukan dan sedikit canggung.
Jadi begini kejadiannya,
Udah jelas kan pagi ini aku telat ujian dan memilih untuk mengikuti jadwal malam saja. Dengan semangat aku pergi lebih awal agar tidak terlambat, semua lancar saja sampai aku tiba di gedung, aku melihat orang-orang baru lagi, jelas bukan orang-orang yang kemarin malam aku temui, ah, just take it easy and wait the lecture to come. Semua orang tersenyum ramah menyapa ku, mungkin mereka semua tahu aku seakan seperti pendatang baru (emang iya, kan?!) karena ini kedua kalinya aku masuk kelas malam.

I was sitting down on a fence and writing my favourite note book.
Suddenly a girl opened her book and just by chance I saw at her book. That's English book!!
So whattt??????

What?
Itu buku bahasa Inggris, memang tidak salah untuk dibaca, tapi point-nya adalah ini, kan, ujian Komputer, kenapa dia menghafal rumus-rumus di buku itu???
Ini aku yang salah atau si gadis berjilbab itu ya??
Ng... Seyakin itu ini ujian komputer???
YAKIN!!
(Buktinya tadi pagi ujian komputer, berarti malamnya jadwal yang sama dong!?)

Untuk membuktikan kepastian bahwa 15 menit lagi adalah ujian komputer aku langsung bergegas menuju papan jadwal, and guess who's wrong..?! YEah, Me. :[(

Jadwal ujian komputer itu adalah hari Jumat! :"(
Melihat  mata yang melotot ke papan jadwal dan mahasiswa lain memandang ku heran, aku mulai bersikap kalem dan menertawakan kebodohanku, lalu berjalan pulang dengan perasaan canggung berjalan melewati mahasiswa lain  yang sudah bersiap untuk masuk kelas tapi aku malah pulang.
(-.-")

==============================================

                                ==SECOND INCIDENT==

Sepulang kuliah sekitar pukul 2 siang, aku turun dari angkutan kota (angkot) pertama untuk melanjutkan ke angkutan kedua. Setelah menunggu sekitar 5 menit di persimpangan lampu merah, angkot belum juga muncul, pandanganku langsung terpaku pada seorang lelaki paruh baya dengan celana pendek tanpa baju, dari jarak 2 meter aku tahu dia sedang memegang plastik di tangannya dan menghirup isi plastik itu, aku tahu itu lem. Dia berjalan ke arah ku. Dengan sedikit khawatir, aku tetap bersikap tenang.

Beberapa sentimeter dia berhenti tepat didepan ku, dengan lem di tangannya tetap dihirup olehnya. Aku mencoba melangkahkan kaki kebelakang, dia pun mendekat. Aku semakin takut karena tidak ada orang yang memperhatikan hal itu.

Perasaan takut pun segera mengalahkan perasaan tenang. Karena takut akan terjadi hal yang buruk, aku langsung melambaikan tangan menyetop angkot yang lewat, dan sebenarnya itu bukan angkot menuju rumah. Dengan langkah seribu, langsung saja aku menaiki angkot dengan buru-buru mengejar angkot yang sudah sedikit melewati tempat aku berdiri.

"Masuk Kak, hati-hati!", kata pria bersikap sedikit tidak wajar itu sambil melambai-lambai ke angkot.

!@$??!!#$$%&

Kenapa sih hal-hal kecil seperti itu selalu menjadi momen yang sedikit "aneh bin konyol", uh?!


It makes me wanna say, Adieu!

:S

Kindest,
-@ochachacut


Today

Hey,

As I said last night I have exam this morning, but I was late again. :(
Very bad habit, it happen again.

Well, I still have a chance to follow that exam, this night! Gotta have a smile on my face :-)

Sebelumnya udah sempat merasa bersalah sama diri sendiri karena masuk jam 9 aja  bisa telat, OH NO GIRL!!
Sometimes it is not better to be late than absent.
Why?
Kalau saja aku datang tadi dan telat, pasti aku tidak diperbolehkan masuk, malu kan sama collegers lain.
Tapi karena gak masuk, jadi aku bisa nulis ini sekarang, ha-ha..What a wasting time!

Gara-gara browsing, jadi muncul lagi pertanyaan aneh dikepalaku.
Eh, kok, orang-orang mengenal pohon sebagai pohon, gunung sebagai gunung, surya sebagai surya, dan hal lainnya. Bagaimana bisa? Bagaimana bisa orang menamai hewan yang berkokok dan bersayap itu ayam, bagaimana orang mengenal bukit yang menjlang tinggi itu gunung? How???

I hope there would any idea comes out to answer my curiousity.

That's all I wanna type now, :-)

Kindest,
-@Ochachacut

Hidden Little Things in Life (I)

Hey,

Mungkin ada beberapa dari sedikit orang yang suka memikirkan hal-hal kecil yang sebenarnya tidak  penting untuk dipikirkan. I am one of those people.
Sebenarnya aku juga tidak suka memikirkan hal-hal kecil yang pada kenyataannya hal kecil itu membuat aku selalu berbicara pada diri sendiri, seperti antara pikiran dan hatiku saling tanya-jawab atau malah berdiskusi.
Sedikit aneh, aku merasakan itu juga (terkadang setelah tersadar), tetapi memang sepertinya setiap hal dimulai dari hal kecil.

Hal-hal kecil seperti apa yang sering mengendap ke pikiranku?

Aku tahu dunia ini terlalu besar untuk dipikirkan oleh orang kecil seperti aku, I'm just a teenager, so what can I think about the life?
Sesekali aku suka berdiskusi bersama bapak, aku suka menanyakan hal-hal yang benar-benar bikin aku penasaran dan beruntungnya aku bapak selalu siap menjawab semua pertanyaan konyolku.

Suatu kali aku bertanya sama bapak yang sedang asyik menonton acara tinju,

"Pak, Kenapa ya manusia diciptakan berbeda? Ada orang Bule yang matanya cantik warna-warni, ada Jepang, Cina, ada yang berkulit hitam kayak orang Negro itu. Kenapa gak satu ragam aja?",

(Sudah di-Translate dari Bahasa Batak)
""Tuhan punya rahasia untuk menciptakan begitu berbeda. Lagi pula yang membedakan bukan Tuhan, manusia sendiri yang menciptakan rasnya, memandang dia berbeda dengan orang lain.", jelasnya dengan mata tetap menatap tv tanpa berkedip. :O

"T'rus, kenapa coba pulaunya gak satu aja, di satu benua aja gitu, kan biar gak ada perbedaan, biar gak ada lagi perang-perang kayak antara Palestina dan Israel, jadi dunia ini aman, tentram, dan damai kalau gak ada perbedaan.", terangku panjang lebar.

"Iya, tapi kan kalau satu ragam aja bosan, makanya Tuhan memberikan kita akal dan pikiran untuk belajar, ilmu pengetahuan itu sangat penting, Tuhan ciptakan akal sehat untuk apa? Manusia kan berpikir dan belajar, karena akal pikiran itu semakin berkembang, maka tercipta sekarang teknologi-teknologi, dari situlah manusia mulai berpikir secara terus- menerus untuk memenuhi kebutuhan. Terjadilah keberagaman pendapat, karena tidak sejalan, maka timbul perbedaan dan membuat seseorang memilih jalannya sendiri dan menciptakan suatu hal. Manusia juga punya kebutuhan dan selera yang berbeda-beda karena manusia sendiri berpikir dengan cara yang berbeda....", jelasnya lagi panjang lebar.

===========================================================
Perbincangan seperti ini sering terjadi antara aku dan bapak, hanya saja itu terjadi saat bapak berada di Medan saja.

Pertanyaan - pertanyaan itu muncul dikepalaku dan menyeruak keluar karena aku memiliki akal dan pikiran juga seperti kata bapak. Aku ingin tahu apa, sih, hidup itu? Tujuannya apa? Kenapa setiap kali langit  menjadi gelap orang-orang tidur dan esok setelah sang surya itu kembali bersinar orang-orang mulai sibuk, mengkhawatirkan sekolah, pekerjaan, terlambat, jadwal meeting, dan lain-lain.
Manusia sekarang itu dipenuhi dengan kekhawatiran!

It's like people acting so damn genius!

People do not care where the birds fly
People do not care when the rain stop pouring down
People do not take attention at caring, why kids living in the street
People acting, people acting
There are big guys laughing staring enjoyed the naked body
While the hunger kiling appetite of malnutrition child
Oh, this life so wonderful
Everyone who sick, gonna have chance riding to funeral
Everyone who rich, gonna win chance flying to heaven on earth
Everyone who greatest, gonna meet chance to shiner island
You will see this life is so amazing
When you stand the nous as your guidance..

Saat ini, beberapa jam kedepan, besok, atau selanjutnya, masih banyak hal yang tersembunyi . Mereka hanya tersembunyi bisa saja mereka akan membayang ke permukaan atau muncul suatu hari dimana akal-pikiran pun sudah berubah menjadi "dzat pemangsa kebaikan" atau mungkin jika ada yang menyelamatkan hal-hal yang secara sengaja disembunyikan mereka akan menjadi "dzat pembalas jasa".

Hey, sorry it's been 4.13 am, I gotta quit and stop typing. I have test this morning.
Catch ya later.

Kindest,
>> @Ochachacut