Tuesday, December 6, 2011

Awkward and Embarassing Moment

Hoaaaa..,

Ini adalah hal-hal yang kecil tapi sangat memalukan dan sedikit canggung.
Jadi begini kejadiannya,
Udah jelas kan pagi ini aku telat ujian dan memilih untuk mengikuti jadwal malam saja. Dengan semangat aku pergi lebih awal agar tidak terlambat, semua lancar saja sampai aku tiba di gedung, aku melihat orang-orang baru lagi, jelas bukan orang-orang yang kemarin malam aku temui, ah, just take it easy and wait the lecture to come. Semua orang tersenyum ramah menyapa ku, mungkin mereka semua tahu aku seakan seperti pendatang baru (emang iya, kan?!) karena ini kedua kalinya aku masuk kelas malam.

I was sitting down on a fence and writing my favourite note book.
Suddenly a girl opened her book and just by chance I saw at her book. That's English book!!
So whattt??????

What?
Itu buku bahasa Inggris, memang tidak salah untuk dibaca, tapi point-nya adalah ini, kan, ujian Komputer, kenapa dia menghafal rumus-rumus di buku itu???
Ini aku yang salah atau si gadis berjilbab itu ya??
Ng... Seyakin itu ini ujian komputer???
YAKIN!!
(Buktinya tadi pagi ujian komputer, berarti malamnya jadwal yang sama dong!?)

Untuk membuktikan kepastian bahwa 15 menit lagi adalah ujian komputer aku langsung bergegas menuju papan jadwal, and guess who's wrong..?! YEah, Me. :[(

Jadwal ujian komputer itu adalah hari Jumat! :"(
Melihat  mata yang melotot ke papan jadwal dan mahasiswa lain memandang ku heran, aku mulai bersikap kalem dan menertawakan kebodohanku, lalu berjalan pulang dengan perasaan canggung berjalan melewati mahasiswa lain  yang sudah bersiap untuk masuk kelas tapi aku malah pulang.
(-.-")

==============================================

                                ==SECOND INCIDENT==

Sepulang kuliah sekitar pukul 2 siang, aku turun dari angkutan kota (angkot) pertama untuk melanjutkan ke angkutan kedua. Setelah menunggu sekitar 5 menit di persimpangan lampu merah, angkot belum juga muncul, pandanganku langsung terpaku pada seorang lelaki paruh baya dengan celana pendek tanpa baju, dari jarak 2 meter aku tahu dia sedang memegang plastik di tangannya dan menghirup isi plastik itu, aku tahu itu lem. Dia berjalan ke arah ku. Dengan sedikit khawatir, aku tetap bersikap tenang.

Beberapa sentimeter dia berhenti tepat didepan ku, dengan lem di tangannya tetap dihirup olehnya. Aku mencoba melangkahkan kaki kebelakang, dia pun mendekat. Aku semakin takut karena tidak ada orang yang memperhatikan hal itu.

Perasaan takut pun segera mengalahkan perasaan tenang. Karena takut akan terjadi hal yang buruk, aku langsung melambaikan tangan menyetop angkot yang lewat, dan sebenarnya itu bukan angkot menuju rumah. Dengan langkah seribu, langsung saja aku menaiki angkot dengan buru-buru mengejar angkot yang sudah sedikit melewati tempat aku berdiri.

"Masuk Kak, hati-hati!", kata pria bersikap sedikit tidak wajar itu sambil melambai-lambai ke angkot.

!@$??!!#$$%&

Kenapa sih hal-hal kecil seperti itu selalu menjadi momen yang sedikit "aneh bin konyol", uh?!


It makes me wanna say, Adieu!

:S

Kindest,
-@ochachacut


No comments:

Post a Comment

FEEL FREE TO RESPOND TO THIS POST.