Sunday, April 29, 2012

Stress is Gone

Hola,

Akhirnya stress yang menggerogoti pikiran berakhir juga.. Pasalnya kalau laptopku gak juga bisa diperbaiki bisa-bisa semua tugas terlalaikan, belum lagi data-dataku gak ada yang ter-copy ke flash disc atau Cassette Disc. Sekarang jadi wanti-wanti kalau pake anti-virus, soalnya kalau ngasal bisa jadi korban lagi laptopku.
Oh, Nooo!!

"Katakan tidak pada anti-virus abal-abal".

Jera saya..!! Virus, No More!

Well, karena udah stress selama tiga hari, ada nih beberapa notes yang aku tulis, masih kutipan dari buku diary-ku.

So Here it  is..

"


Wohooo!!

Rockin' time. ha-ha-ha

I never thought that this could be unexpected day. 


Afraid of being late, today, in the morning I started day with passion because gonna have exams.
But it defeated my fear. I was late! 
I was trying very hard not to be late but I failed.
Now, the unexpeted thing I found, the collegers are very close each other--they are talking loudly, laughing so expressive and many jokes coming out. :D
It is very interesting seeing them, but look at met,
I am watching them in the corner with white shirt and black skirt, I took off my eyeglasses because I feel unconfidence with this situation.


"


Oh, aku orang yang suka tidak percaya diri di awal menghadapi hal baru, mungkin ini hal yang lumrah terjadi, sekarang banyak mahasiswa yang menjadi temanku.
Dan karena banyak teman banyak juga masalah.. Ha-ha~

Whatever, the most important now that my stress's gone. =)

Friday, March 2, 2012

Jealous

Hola,

Hey people there,

I just realized that I am a weak person, I can’t stay strong holding tears in my eyes. It had to be felt down somehow.

I said to myself, I am strong enough to stand on my two feet. I shouldn’t tell thing I have not face.
I thought that I have own braveness to face the day when a broken heart coming,
I don’t have the courage yet.

Suddenly, the days like changing a lot. A very different world waves me..
Tonight, I am fighting with my feeling, myself and my mind, the reality and my feeling..

Oh, so this is we call this feeling. Jealous.
That short word had just come and stayed in my heart and mind.
By the way, it makes me thirsty, really. Jealousity like held my breathe, it win at this battle. I lose my faith.

Tell me God, why I can’t never show my emotions out??
She is my best friend, but he is the man who’d been coloring my unfinished paintings.
And every time I hear his laugh, it’s more than enough to know that he enjoys the moment we made.
  and she is my friend, who’d been my best friend to go through the days.

Tell me God, where I can throw this feeling away. Send me an angel to guide me where to go, to leave the feeling if it does not have willing to be tossed.

Honestly, I want him to be mine.

Blowing shouts, kicking gravels, or hitting the walls; it’s not breakeven.

Okay, enough!! I hate this childish moment. I hate this tears. I hate to take this on the timeline. I hate ..


Wednesday, January 11, 2012

A Prayer for A Friend

Hola,

"Blue, Ini kabar tidak menyenangkan.
Bubu teman yang selalu menguatkan ku sedang bersedih. Abang nya mengalami kecelakaan tadi. 
Rasanya ingin segera dengan hitungan 1 2 3 langsung ada disana, bersamanya, memberinya  dukungan, di Bali. 


Tuhan, mohon jaga dan kuatkan temanku. Bubu yang terbaik yang pernah ada, mencintai setiap langkah yang kami lewati dulu.
Dia orang hebat yang bisa membuat kesedihan menjadi tawa, tapi mungkin saat ini ia merasa sendirian Tuhan, maka peluk lah dia dengan Kasih-Mu.Beritahu dia bahwa aku juga menyayanginya. Aku ingin memeluknya tuhan saat ini, tapi pelukan cinta-Mu sudah lebih dari cukup dari yang ia butuhkan.
She calls you my Lord.
Thanks for listening.   


Blue, Let's hope she'd feel better. "


This was written on 10 September 2011 on my note book.
Yeah, another old note.

Tuesday, January 10, 2012

Old note (Conversation with God)

Hola,

I'm so tired of playing Draw My Thing Game, so I push myself to visit this blog.
I take my old note book and read some old notes.

Here it is one of 'em..

"Hai, Tuhan, Selamat Malam!
Entah bagaimana cara untuk meminta dengan cara yang benar pada-Mu, tapi Kau kan Maha Tahu, apapun yang ku katakan Kau pasti mengerti maksudku.


Aku sedang dilema.


Kata Kak Michael, saatnya tiba nanti pasti aku bisa membuat keputusan yang benar.
Aku tidak bisa seyakin Kak Michael.
Tolong aku Tuhan, aku begitu sendiri, aku mohon temani aku selalu. Aku tidak pernah bisa mengucapkan salam berpisah pada-Mu. Ketahuilah bahwa itu bukan karena aku tidak menghormati-Mu. tapi Kau pasti tahu aku orang yang keras dan tidak romantis. Aku bahkan tidak pernah mengungkapkan kata sayang sama kedua orang tuaku yang juga keduanya keras kepala.


Kami itu keluarga yang saling menyembunyikan rasa kasihnya, tidak tahu menunjukkan rasa sayang.


Aku memang tidak tahu Tuhan apa yang ku butuhkan untuk yang baik, tapi mohon pilih kan yang terbaik itu untukku, Tuhan.
Terima Kasih."


That was written on 08 September 2011.
I post this because it will remind me a thing that life is not easy. Though so, I have my best friend who always there to hug whenever I am in blue, yes, He is almighty God.

For info, brother Michael is a friend from New Jersey.
Uh yeah, I have friends everywhere because I love making friendship like God has been making friendship with whoever add Him as friend.

Cheer up for happy life everyone! =)

-->>@Ochachacut

~FATE~

Hola,

This is another old notes that has been waiting on my list to type. :))

"Hello my mate, 
How do ya feel today?


Blue, I felt like today is a fate to be here.


Katanya, takdir itu sudah ditentukan Tuhan. Apa benar begitu?
Kalau Tuhan sudah menentukan aku menjadi seorang guru (pengajar), lalu aku kenapa masih sibuk mengharap dan memimpikan ingin mendamaikan dan mengubah dunia?
Aku cuma anak kecil yang tidak memiliki "POWER" untuk bertindak besar.


Lihat Blue, 
aku bahkan tidak diberitahu takdirku akan menjadi apa, atau sebernarnya akan seperti apa atau bagaimana?


Bagaimana bisa aku merasa kemarin dan hari ini adalah takdir? Aku tidak diberitahu.
Atau  kau ingin memberitahuku sesuatu? "


That's what I wrote on my paper on 28 September 2011.


Selesai mata kuliah pertama, aku tinggal di dalam kelas dan seorang teman laki-laki yang sedang duduk disudut kanan depanku lalu ku ajak berbicang-bincang mengenai takdir, lumayan membuat kami berdiskusi panjang.


Setidaknya membuatku sadar bahwa takdir yang selama ini aku pertanyakan tidak perlu aku cari. Aku bisa menentukan takdirku sendiri, sesuai keinginanku. Ini dunia milik Tuhan, yang diberikan untukku untuk bebas melakukan apa yang ku suka, bahkan bermimpi sebanyak yang aku mau.

I'm a hero in my world and I'm the judge because I know which wrong or right.

Aku memang tidak melihat Tuhan, tetapi Dia melihatku.

-->> @Ochachacut

Too Late To Realize

Hola,

I wrote this note on 23rd September 2011, in Jakarta. I think I should post it here for me to keep remembering this..

"Morning Blue,


Aku baru menyadari ini tahun 2011. Rasanya sangat terlambat untuk menyadari hal ini, tapi sungguh hari-hrai sebelumnya aku sangat lemah dalam mengingat tanggal dan hari.


Melihat wajahku dicermin pagi ini, sepertinya aku cukup berharga untuk memasang wajah murung. Jerawatku cukup mengganggu, tapi setidaknya sekarang ia nyaman disana, biarkan saja. Hari ini kemungkinan ada perubahan kecil yang harus kubuat.


Hey, lihat pakaianku sudah membentuk gundukan, baiklah, seharusnya aku segera menyetrianya sekarang.


Today's too special to waste it useless!


Catch ya later, Blue! "


Well, I can perfectly understand now that everyday must run preciously because it can not rewind.

-->@Ochachacut

Saturday, December 31, 2011

Conversations with God before Sleeping

Hola,

I was trying hard to sleep tonight but I couldn't make it.It's 3 am now..
I closed my eyes and something came to mind about my friend, God.
"You talk to him rarely now, or it woud be good if we say, no more time for Him."

Damn, right!

Kedua mataku langsung membelalak memandang mengambang awang-awang khayalan..entah bagaimana, mungkin seperti pandangan kosong dengan kepala memikirkan-Nya dan hati berbicara.

"Hello, God! Do You miss me?

Me? I don't.
Sorry, I don't think about You this lately. When I was here going back from Jakarta last month.
I don't know why I cover my days by talking to You once, and now things changed. Something wrong with my habitual now or because I'm a damn-dumb girl now?!

Aku gak tau Tuhan, belakangan aku memang berubah, aku merasakannya. Perubahannya buruk, gak baik, maaf mengecewakan-Mu. Belakangan sepertinya aku tidak merasakan dekat dengan-Mu lagi, entah aku  yang sedang tidak mengingat atau Kau yang menjauhiku..?!

Keluarga, kuliah, teman, dan hari-hari, semua kelihatan messed-up  sejak kita berjarak. gak kayak dulu lagi. It's getting worse now.
So You may ask, "Do you come to me for asking my help now to make up your days?"
NO, I don't.
Really! I'm not asking or wishing you will take care or watch me from the mess. I honestly want to apologize, about my mistake of being a dumb, a heartless, a bad listener, a waster time, and I've been being a loser and so much stupidity.

See, You still there to hear me, wait for me, and You never forget me. I know it because I feel it. Feeling mustn't be wrong, must it?

Aku lelah. Baiklah, ku rasa cukup, aku hanya ingin kita seperti dulu, berbicara lebih banyak dan tidak merubah sedikit pun caraku berteman dengan-Mu. We were good friends!
Aku ingin begitu dan selamanya begitu. Titik. Ya, Titik.

Bisa kah Kau datang dan bicara padaku dalam tidurku? Mungkin aku akan merindukan-Mu. He he
Dan maafkan aku ya?

..........................."


Sedikit percakapan dengan temanku, sebenarnya mengingat-Nya karena aku sedang takut. Kalau gak ada suara kucing yang serem banget mengeong diluar, mungkin aku tidak ingat pada-Nya.

Benar-benar teman yang kurang baik, aku ini..

:(
Gotta change that bad behavior.

-Me