Hola,
This is another old notes that has been waiting on my list to type. :))
"Hello my mate,
How do ya feel today?
Blue, I felt like today is a fate to be here.
Katanya, takdir itu sudah ditentukan Tuhan. Apa benar begitu?
Kalau Tuhan sudah menentukan aku menjadi seorang guru (pengajar), lalu aku kenapa masih sibuk mengharap dan memimpikan ingin mendamaikan dan mengubah dunia?
Aku cuma anak kecil yang tidak memiliki "POWER" untuk bertindak besar.
Lihat Blue,
aku bahkan tidak diberitahu takdirku akan menjadi apa, atau sebernarnya akan seperti apa atau bagaimana?
Bagaimana bisa aku merasa kemarin dan hari ini adalah takdir? Aku tidak diberitahu.
Atau kau ingin memberitahuku sesuatu? "
That's what I wrote on my paper on 28 September 2011.
Selesai mata kuliah pertama, aku tinggal di dalam kelas dan seorang teman laki-laki yang sedang duduk disudut kanan depanku lalu ku ajak berbicang-bincang mengenai takdir, lumayan membuat kami berdiskusi panjang.
Setidaknya membuatku sadar bahwa takdir yang selama ini aku pertanyakan tidak perlu aku cari. Aku bisa menentukan takdirku sendiri, sesuai keinginanku. Ini dunia milik Tuhan, yang diberikan untukku untuk bebas melakukan apa yang ku suka, bahkan bermimpi sebanyak yang aku mau.
I'm a hero in my world and I'm the judge because I know which wrong or right.
Aku memang tidak melihat Tuhan, tetapi Dia melihatku.
-->> @Ochachacut
This is another old notes that has been waiting on my list to type. :))
"Hello my mate,
How do ya feel today?
Blue, I felt like today is a fate to be here.
Katanya, takdir itu sudah ditentukan Tuhan. Apa benar begitu?
Kalau Tuhan sudah menentukan aku menjadi seorang guru (pengajar), lalu aku kenapa masih sibuk mengharap dan memimpikan ingin mendamaikan dan mengubah dunia?
Aku cuma anak kecil yang tidak memiliki "POWER" untuk bertindak besar.
Lihat Blue,
aku bahkan tidak diberitahu takdirku akan menjadi apa, atau sebernarnya akan seperti apa atau bagaimana?
Bagaimana bisa aku merasa kemarin dan hari ini adalah takdir? Aku tidak diberitahu.
Atau kau ingin memberitahuku sesuatu? "
That's what I wrote on my paper on 28 September 2011.
Selesai mata kuliah pertama, aku tinggal di dalam kelas dan seorang teman laki-laki yang sedang duduk disudut kanan depanku lalu ku ajak berbicang-bincang mengenai takdir, lumayan membuat kami berdiskusi panjang.
Setidaknya membuatku sadar bahwa takdir yang selama ini aku pertanyakan tidak perlu aku cari. Aku bisa menentukan takdirku sendiri, sesuai keinginanku. Ini dunia milik Tuhan, yang diberikan untukku untuk bebas melakukan apa yang ku suka, bahkan bermimpi sebanyak yang aku mau.
I'm a hero in my world and I'm the judge because I know which wrong or right.
Aku memang tidak melihat Tuhan, tetapi Dia melihatku.
-->> @Ochachacut
No comments:
Post a Comment
FEEL FREE TO RESPOND TO THIS POST.